Masyarakat Kecewa Hasil Pekerjaan Jalan Simpang Las Desa Banjar Negeri Natar Banyak Retak

Masyarakat Kecewa Hasil Pekerjaan Jalan Simpang Las Desa Banjar Negeri Natar Banyak Retak

Barus selesai dikerjakan Proyek infrastruktur jalan menggunakan APBD Lamsel di Banjar Negeri Natar Sudah Rusak. Febi Herumanika Radar --

NATAR.RADARARLAMSEL.DISWAY.ID - Pengerjaan jalan yang dikerjakan oleh CV. Atma Amerta Murdiansyah yang berlokasi di jalan Simpang Las desa Banjar Negeri kecamatan Natar dikeluhkan masyarakat pasalnya baru satu bulan selesai pengerjaan sudah banyak retak.

Masyarakat sekitar jalan menilai hasil pekerjaan proyek tahun 2025 kerusakan paling parah berada di jalan Simpang Las Banjar Negeri.

" Kalau faktor cuaca penyebab kerusakan otomatis jalan yang dikerjakan secara bersamaan di kecamatan ini sudah retak juga, tapi faktanya hanya jalan simpang las yang kondisinya banyak retak," ungkap warga sekitar.

Jalan tersebut diketahui diawasi oleh konsultan Pengawas CV. Jasa Tehnik Konsultant, Nilai kontrak Rp1.480.218.934,00, Nomor Kontrak 164/KTR/KONS-BM/DPUPR-LS/AIBD/2025.

" sangat disayangkan kalau tidak segera diperbaiki dari pihak terkait akan lebih parah lagi, dikhawatirkan jalan tersebut tidak akan bertahan lama terlebih lagi banyak kendaraan besar yang melintas setiap waktu," jelas masyarakat.

Direktur Lembaga Sosial Masyarakat Pergerakan Masyarakat Analisis Kebijakan, Suadi Romli meminta penegak hukum terutama Kejaksaan Negeri dan Kejati Lampung melakukan pengecekan terkait jalan tersebut, karena tidak menutup kemungkinan kualitas pengerjaan jalan itu tidak sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

" Harus dicek oleh penegak hukum, kenapa jalan yang baru selesai dikerjakan sudah retak. Kami meminta periksa kualitas hasil pekerja tersebut, lakukan uji lab, panjang, lebar harus diukur ulang, jangan sampai harapan masyarakat mendapatkan jalan bagus selama ini tidak sesuai harapan." Kata Romli.

Menurut Romli, Hasil pekerja seperti yang dikerjakan oleh CV. Atma Amerta Murdiansyah membuat kecewa bupati Lampung Selatan, karena infrastruktur jalan yang dibangun tidak sesuai harapan warganya.

" Hasil pekerjaan seperti itu sama saja mencoreng nama baik Bupati Lampung Selatan, infrastruktur yang dibanggakan pemerintah belum lama dibangun sudah rusak," ungkapnya.

Romli bahkan menyebut, jika pihak penegak hukum menginginkan laporan mengenai keretakan jalan yang baru selesai itu pihaknya akan selalu siap melaporkannya.

" Kami siap melaporkannya, karena infrastruktur yang dibangun merupakan harapan masyarakat yang dinanti sudah sejak sekian lama, tapi hasilnya banyak yang retak." Pungkasnya.

Pihak pelaksana dari CV. Atma Amerta Murdiansyah yang diketahui bernama Andes saat dikonfirmasi mengenai keretakan jalan yang dibangun tidak memberikan jawaban, pihak pelaksana hanya menjawab walaikumsalam

Sumber: