Dinas PPPA Jemput Bola ke Sekolah, Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak
Plt. Kepala Dinas PPPA Kabupaten Lampung Selatan, dr. Nessi Yunita, foto bareng guru dan siswa saat sosialisasi pembinaan dan pencegahan kekerasan terhadap anak di SMP Negeri 2 Kalianda, Rabu, 11 Februari 2026.--(Foto: Ist. Radar Lamsel)
RADARLAMSEL.DISWAY.ID, LAMPUNG SELATAN - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Lampung Selatan menyarankan orang tua membuka komunikasi, dan komunikasi terbuka dengan anak.
Langkah itu dilakukan sebagai bentuk keterbukaan sekaligus memberikan pemahaman kepada anak. Komunikasi yang terbuka dan jujur bisa memberikan dampak positif karena anak merasa didengarkan, serta mendapatkan perhatian.
"Sebagai orang tua, kita harus memberikan penjelasan," kata Plt. Kepala Dinas PPPA Kabupaten Lampung Selatan, dr. Nessi Yunita, pembinaan dan pencegahan kekerasan terhadap anak dan stop bullying di lingkungan SMP Negeri 2 Kalianda, Rabu, 11 Februari 2026.
Nessi mengatakan bullying di lingkungan sekolah harus menjadi perhatian semua pihak. Orang tua maupun tenaga pendidik diminta memberikan penjelasan tentang bullying dan cara menghadapinya. Misalnya dengan membuat aturan.
"Komitmen tentang penggunaan teknologi digital melalui media sosial, bagaimana berhubungan dengan teman, lalu memantau aktivitas anak di sekolah, guru, kemudian melaporkan kejadian kepada pihak berwenang," katanya.
Nessi menegaskan bahwa kekerasan pada anak dan perempuan terjadi karena beberapa faktor, antara lain: pola asuh, faktor ekonomi, penyalahgunaan smartphone atau media sosial, lingkungan sekitar, serta perkawinan anak. Hal-hal semacam itu harus bisa diantisipasi sejak dini.
Sumber: