Pasca Tsunami, Omset TPI Dermaga Bom Terjun Bebas

Senin 15-04-2019,08:45 WIB
Reporter : Redaksi
Editor : Redaksi

KALIANDA – Pemulihan pasca bencana tsunami di TPI Dermaga Bom Kalianda sepertinya butuh waktu lama. Pasalnya, akibat peristiwa tersebut pasokan ikan selama empat bulan terakhir anjlok hingga 80 persen dari sebelumnya. Bahkan, omset di pelelangan ikan itu turun drastis akibat minimnya pasokan ikan dari nelayan.           Hal ini, dipicu karena para nelayan banyak yang berhenti melaut. Karena, kapal mereka banyak yang mengalami kerusakan dan belum bisa digunakan untuk menangkap ikan. Selain itu, cuaca buruk yang terjadi belakangan ini juga mengakibatkan tangkapan ikan menurun.           Pengurus TPI Dermaga Bom Kalianda, Badri mengungkapkan, biasanya TPI ini bisa menghasilkan ikan dalam sehari hingga 3 ton. Namun, saat ini rata-rata hanya mampu memasok ikan sebanyak 6 kwintal per-hari pasca diterjang gelombang tsunami.           “Selain memang cuaca buruk yang melanda, nelayan yang biasanya di Dermaga Bom juga sedikit. Banyak yang belum melaut lagi karena perahu motor mereka rusak akibat bencana tsunami kemarin,” ungkap Badri di TPI Dermaga Bom Kalianda, Jum’at (12/4) pekan lalu.           Dia melanjutkan, jika sebelumnya dalam satu hari omset pelelangan ikan mampu tembus sampai Rp100 jutaan, pasca diterjang ombak tsunami beberapa waktu lalu penghasilan TPI Dermaga Bom turun drastis. Bahkan, dalam satu bulan omset yang diperoleh maksimal hanya Rp20 jutaan.           “Kita hanya bisa pasrah dengan kondisi yang terjadi saat ini. Mudah-mudahan, ada perhatian dari pemerintah agar bisa membenahi kapal-kapal nelayan yang rusak. Sehingga, nelayan yang selama ini istirahat bisa kembali melaut lagi,” harapnya.           Hal senada dikatakan Harun, nelayan yang menambatkan kapalnya di TPI Dermaga Bom Kalianda. Dia menceritakan, jika saat ini hanya sekitar 36 kapal yang aktif beroperasi dari 60 kapal nelayan yang biasanya beraktifitas mencari ikan setiap harinya.           “Mau bagaimana lagi, banyak teman nelayan yang belum bisa memperbaiki kapal nya. Wajar saja jika tangkapan ikan menurun drastis dari biasanya. Karena, kapal yang aktif saja kurang setengah dari biasanya,” pungkas Harun. (idh)

Tags :
Kategori :

Terkait