TP PKK Provinsi Lampung Prioritaskan Pemberdayaan Perempuan

Rabu 26-10-2022,10:57 WIB
Reporter : Redaksi
Editor : Redaksi

Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal diwakili Ketua Bidang 1, Mamiyani Fahrizal didampingi Sekretaris TP.PKK Provinsi Lampung, Fitrianita Damhuri beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Pringsewu, dalam rangka Pembinaan, Monitoring dan Evaluasi Desa Model Konvergensi Penanganan dan Pencegahan Stunting serta Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak dan sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis dari TP PKK Provinsi Lampung dan sejumlah OPD Pemprov Lampung, Kamis (27/10/2022) Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ketua Bidang 1, Ketua TP PKK mengatakan, sejalan dengan arahan Pemerintah Pusat dan agenda kerja Pemerintah Provinsi Lampung, maka pada  tahun ini TP PKK Provinsi Lampung sebagai mitra  Pemerintah, memprioritaskan 3 isu utama yaitu  : “pemberdayaan perempuan, pemenuhan hak  anak dan pencegahan stunting”, yang sekaligus menjadi tema kunjungan kerja pada hari ini. \"Kenapa permasalahan stunting atau kerdil ini menjadi sangat penting, karena stunting akan berakibat pada menurunnya kualitas sumber daya manusia,\" ujarnya. Stunting, tambahnya, berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas. Hal itu lah yang melatarbelakangi kunjungan kerja Tim Penggerak PKK pada hari ini yang dilaksanakan bersinergi dengan beberapa OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung seperti Dinas Kesehatan;  BKKBN; Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; Dinas PMD; Dinas Pertanian; Dinas Kelautan dan Perikanan - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan;  PMI dan Pokja PAUD Provinsi Lampung. \"Dan kami menjadikan desa/kelurahan ramah perempuan dan peduli anak sekaligus desa/kelurahan konvergensi penanganan dan pencegahan stunting ini sebagai contoh ideal kelembagaan dan kegiatan minimal yang seyogyanya ada dalam suatu kelurahan sebagai unit pemerintahan terkecil.\" tegasnya. Ini juga menjadi contoh keroyokan program oleh OPD pada lokus yang sama mulai dari pendataan yang akurat sebagai dasar kebijakan; pelibatan perempuan dan anak dalam proses musrenbangdes; penguatan usaha ekonomi bagi ibu-ibu keluarga berencana pemenuhan hak anak di sisi kesehatan dan pendidikan dengan pemberian ASI eksklusif, revitalisasi posyandu, PAUD holistik integratif, sekolah ramah anak dan pusat kegiatan anak, Pemenuhan gizi keluarga dengan penguatan KWT dan pemanfaatan lahan paket kebun, kandang, dan kolam serta kemampuan ibu-ibunya untuk mengolah makanan bergizi; pola pengasuhan keluarga yang baik dan penguatan \"Remaja menjadi koselor sebaya dan yang paling penting adalah ibu-ibu PKK yang dapat menjadi penggerak di kelurahan, \" ujarnya lagi Ketua TP PKK Provinsi Lampung  berharap Pekon Banjarejo  yang menjadi lokasi kunjungan kerja tersebut akan dapat menjadi tempat belajar sekaligus memotivasi desa/kelurahan lain yang ada di Kabupaten Pringsewu ini dalam pemberdayaan perempuan, pemenuhan hak anak dan percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Lampung. Sementara Pj Bupati Pringsewu, Adi Erlansyah mengatakan,  Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.Kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi stunting baru nampak setelah anak berusia 2 tahun. Kabupaten Pringsewu tahun 2021 menjadi Lokus untuk Kegiatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan bayi serta stunting berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No HK.01.07/MENKES/319/2020.Tentang Lokus Kegiatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Tahun 2021 dan Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor Kep 42/M.PPN/HK/04/2020 Tentang PenetapanPerluasan Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun  2021. Sedangkan Prevalensi stunting di Kabupaten Pringsewu menurut data SSGI lebih rendah dibandingkan angka nasional yaitu 19.0%,  Prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27,5% dan  di Provinsi Lampung sebesar 18.5%, sedangkan berdasarkan data hasil entryE PPGBM (aplikasi kemenkes Tahun 2020 prevalensi stunting Kabupaten Pringsewu sebesar 7.57% (2.145 balita stunting), dan tahun2021 prevalensi stunting 6.54% ( 1.843 balita stunting), terjadi penurunan sebanyak 1.03 %. Oleh karena itu sinergitas dan dukungan semua pihak harus  diciptakan guna mengentaskan masalah stunting di Kabupaten Pringsewu, dimana hal ini menjadi tanggung jawab bersama.(*)  

Tags :
Kategori :

Terkait