"Saya kecewa, seharusnya mereka (pihak puskesmas) peduli dengan kebersihan lingkungan masyarakat. Saya sudah sering protes agar diberikan solusi, tapi endingnya tidak ada penyelesaian," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Puskesmas (UPT) Bumi Daya, Rosnani menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan SP sebagai pemilik rumah yang terdampak kebocoran air dari puskesmas. Rosnani juga mengaku tidak ada masalah dari kebocoran tersebut.
Rosnani juga menepis air mencemari lingkungan rumah SP merupakan air teritisan yang berasal dari air hujan dan air wudhu.
"Air teritisan saja, bukan limbah. Kami sudah diskusi terkait itu (kebocoran), mungkin kami akan temuin lagi pemilik rumah sebelah puskesmas. Air dari teritisan, bukan air limbah," pungkas Rosnani.