Pengamanan di Bakauheni Berlapis

Kamis 01-12-2016,09:08 WIB
Reporter : Redaksi
Editor : Redaksi

BAKAUHENI – Memasuki H-2 jelang aksi damai yang akan digelar di Jakarta pada 2 Desember mendatang, belum ada tanda-tanda peralihan massa besar-besaran dari Sumatera tujuan Jakarta yang tiba di pelabuhan Bakauheni, Rabu (30/11). Meski demikian, perketat penjagaan dipintu masuk pelabuhan Bakauheni sudah dilakukan petugas keamanan gabungan TNI-Polri sejak sepekan lalu. Sistem pengamanan dilakukan berlapis. Titik pertama di jalan lintas sumatera (Jalinsum) tak jauh dari pasar Bakauheni dan titik kedua di pos Seaport Interdiction (SI) pintu masuk pelabuhan Bakauheni. Di pos pertama Jalinsum, tim Satgas dari personil Brimob mendirikan posko keamanan. Selanjutnya di pos kedua atau di pintu masuk pelabuhan Bakauheni personil gabungan TNI/Polri dari Korem 043/Gatam dan KSKP Bakauheni serta Satnarkoba Polres Lamsel. Informasi yang dihimpun Radar Lamsel kemarin, petugas TNI dari Korem 043/Gatam sudah bertugas sejak 25 November lalu. Satu regu personil TNI yang ditugas di pintu masuk pelabuhan Bakauheni ini sudah melakukan pengecekan setiap kendaraan angkutan umum yang hendak menyeberang. Petugas mengecek dan menghimpun data jumlah orang-orang yang akan mengikuti aksi damai 212 di Jakarta dari Sumatera. Dari data sementara yang didapat hingga siang kemarin, hanya beberapa ulama hendak menuju Jakarta. Namun para tokoh ulama ini bukan mengikuti aksi damai melainkan mengikuti doa bersama. Sebagian besar para ulama ini berangkat dari Aceh, Bukit Tinggi, Sumatera Barat dan sekitarnya. “Belum terlihat massa besar-besaran yang melintas dari Sumatera tujuan Jakarta. Sampai saat ini hanya para tokoh ulama yang berasal dari Aceh, Bukit Tinggi dan sekitarnya yang menyeberang tujuan Jakarta. Mereka mengaku tidak mengikuti aksi damai 212 tapi mengikuti doa bersama yang juga digelar bersamaan di Jakarta,” kata salah satu petugas TNI yang ikut bertugas di pintu masuk pelabuhan Bakauheni, kemarin. “Kami mengecek surat izin jalan dari daerah masing-masing. Data ini untuk mengetahui jumlah ormas dan orang-orang yang akan mengikuti aksi damai di Jakarta dari Sumatera,” ujar petugas tadi. Namun sayang, Kabag Ops Polres Lampung Selatan Yustam Dwi Heno belum bisa diminta keterangan terkait gelar pasukan di dua titik tersebut. Saat dihubungi via ponselnya, meski aktif namun tidak dijawab. Demikian juga pesan yang dikirim Radar Lamsel tak ada balasan. (man)

Tags :
Kategori :

Terkait