Aliansi Lampung Selatan Bersatu Bakal Gelar Aksi

Aliansi Lampung Selatan Bersatu Bakal Gelar Aksi

Ilustrasi aksi.--(Istimewa)

RADARLAMSEL.DISWAY.ID, LAMPUNG SELATAN - Beragam aksi yang terjadi di ibukota dan daerah lain supaya ikut memacu sikap Aliansi Lampung Selatan Bersatu. Aliansi yang berisi mahasiswa Lampung Selatan itu dikabarkan bakal menyatakan sikap serupa. Aksi ini akan berlangsung di Kota Kalianda, Senin, 1 September 2025.

 

Dalam rilis yang diterima radarlamsel, narasinya berbunyi bahwa Aliansi Lampung Selatan Bersatu "Menolak Ketidakadilan, Menegakkan Kedaulatan Rakyat". Latar belakangnya sehubungan dengan kondisi sosial-politik nasional yang kian memanas pasca aksi demonstrasi 25-28 Agustus 2025 di Jakarta dan daerah lain.

 

"Kami mahasiswa Lampung Selatan memandang perlu menyatakan sikap atas persoalan kebangsaan yang menyangkut kepentingan rakyat," demikian bunyi narasi yang dikutip radarlamsel.

 

Pernyataan itu juga menyebut kebijakan pemerintah, dan elit politik yang jauh dari semangat keadilan sosial telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Aliansi Lampung Selatan Bersatu menyatakan beberapa hal. Menuntut Kepolisian bersikap transparan dan tegas terkait kasus Tindakan represif yang dilakuan oleh aparat Polri.

 

Meminta membebaskan kawan kami yang telah ditahan sebanyak 951 orang. Menuntut segera melakukan reformasi Polri. Meminta Kapolres untuk meminta maaf kepada masyarakat atas tragedi tindakan brutalitas yang dilakukan aparat Polri. Meminta Kapolres beserta Jajaran untuk melakukan kegiatan aksi 1000 lilin dan doa bersama.

 

Sebagai tindaklanjut, mahasiswa Lampung Selatan akan menggelar long march dan mimbar bebas di pusat Kota Kalianda (Malam 1000 Lilin), dan Mapolres sebagai bentuk ekspresi penolakan rakyat. Melakukan kajian terbuka bersama masyarakat terkait dampak kebijakan pemerintah pusat.

 

Menyatakan kesiapan bergabung dalam gelombang aksi nasional apabila tuntutan rakyat tidak dipenuhi. Aliansi ini percaya bahwa suara mahasiswa adalah suara nurani rakyat. Perlawanan ini bukan untuk kepentingan kelompok semata, tetapi demi terwujudnya keadilan dan kedaulatan rakyat Indonesia. Demikian bunyi rilis pernyataan sikap itu.

Sumber: