Wanacala Klarifikasi Berita Pendaki Tersesat
KALIANDA – Wanacala Lampung mengklarifikasi pemberitaan, delapan pendaki tersesat di jalur pendakian Gunung Rajabasa yang terbit pada Selasa,1 September lalu. Klarifikasi ini diterbitkan setelah Wanacala Lampung selaku pendamping Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Wisata Alam Leuweung Kolot Sumur Kumbang mengajukan surat permohonan klarifikasi kepada Radar Lamsel, pada Rabu (2/9). Klarifikasi ini ditujukan lantaran berita yang diterbitkan koran harian Radar Lamsel dinilai keliru dan menyudutkan KUPS Wisata Alam Leuweung Kolot Sumur Kumbang. Direktur Wanacala Hermansyah mengatakan,ada beberapa poin yang harus dibenarkan dalam pemberitaan yang diterbitkan Radar Lamsel. Pertama bahwa delapan pendaki yang tersesat dijalur pendakian Gunung Rajabasa, bukanlah kumunitas pencinta alam. Melainkan Komunitas Sosial dan Pendidikan (Pandhega Dira) Bandar Lampung. KUPS juga membantah jika dianggap tidak bertanggung jawab terkait delapan pendaki yang tersesat di jalur pendakian Gunung Rajabasa pada Minggu (30/8) malam pekan kemarin. KUPS juga tidak pernah menetapkan aturan baku soal biaya registrasi pendakian. “Ini soal etika dan aturan musyawarah di desa yang kami pegang. Tapi kami akan tetap melakukan perbaikan karena bagaimanapun semua pendaki adalah saudara kami,” kata Hermansyah memberikan keterangan saat dihubungi Radar Lamsel, Rabu (2/9) kemarin. Kedua, pada saat kejadian tidak ada yang mengatasnamakan Tim Sar pada saat melakukan konfirmasi kepada KUPS di Teropong Kota Kalianda. Berita delapan pendaki yang tersesat itu hanya heboh di grup Whatsapp Sispala Bandar Lampung. “Ketiga Fadli yang menjadi narasumber berita aktif di Watala, bukan Artala. M. Fadli F Nugraha juga tidak pernah mengungkapkan statmen seperti yang ditulis di koran,” ungkapnya. Hermansyah juga menerangkan KUPS Wisata Alam Leuweung Kolot merupakan kelompok resmi yang didirikan oleh Pemerintah Desa Sumur Kumbang. Dengan tujuan untuk melakukan pendataan pendaki dan memberikan pelayanan yang terbaik. Berita yang termuat di harian Radar Lamsel pada Selasa lalu itu juga akan dijadikan masukan demi kelancaran dan pelayanan yang terbaik di Gunung Rajabasa. “Ini akan menjadi koreksi bagi kita semua. Harapanya kita juga dapat saling memberikan masukan agar fasilitas pendakian Gunung Rajabasa menjadi lebih baik,” ungkapnya.(vid)
Sumber: