DPRD Sebut Misskomunikasi

DPRD Sebut Misskomunikasi

KALIANDA – DPRD Lampung Selatan angkat bicara mengenai polemik pembatalan pelantikan Pj. Kades Bumidaya dan mundurnya Plt. Camat Palas Khairul Anwar sebagai pelaksana tugas. Tetapi lembaga legislatif itu tak mau menyalahkan kedua belah pihak dalam persoalan itu. “Kami lebih menilai ini sebuah misskomunikasi. Ini (komunikasi) memang harus benar-benar terjalin dengan baik supaya kejadian-kejadian serupa tak terulang lagi,” ungkap Ketua DPRD Lampung Selatan H. Hendry Rosyadi, S.H.,M.H kepada wartawan usai menerima sejumlah masyarakat Kecamatan Palas di ruang kerjanya kemarin. Kejadian ini, kata Hendry, harus menjadi catatan penyelenggaraan pemerintahan daerah kedepan. Juga menjadi catatan bagi publik agar dapat memahami prosedural dan protokoler penyelenggaraan pemerintah daerah dalam setiap kegiatan yang berlangsung di Lamsel. “Ada kalanya kita juga harus bisa memahami kegiatan padat pimpinan,” kata Ketua DPC PDIP Lamsel ini. Kendati begitu DPRD Lampung Selatan akan segera mengklarifikasi persoalan itu kepada pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang detail mengenai runut gagalnya pelantikan Pj. Kades Bumidaya, Kecamatan Palas. “Kita tak bisa sepihak. Kami akan panggil pihak-pihak yang berwewenang. Saya sudah mendelegasikan kepada Komisi A untuk segera memanggil satkernya dalam waktu dekat ini,” ungkap Hendry. Secara pribadi Hendry menyesalkan adanya kejadian itu. Terlebih peristiwa ini berbuntut pada mundurnya Plt. Camat Palas Khairul Anwar. Sementara itu empat tokoh masyarakat Palas kemarin mendatangi Gedung DPRD Lampung Selatan. Mereka curhat kepada dewan mengenai kondusifitas wilayah pasca gagalnya pelantikan Pj. Kades Bumidaya, Kamis (21/7). Menurut Zulkifli Zen, tokoh masyarakat Palas kedatangan mereka meminta agar DPRD Lampung Selatan dapat segera melakukan klarifikasi terkait pembatalan pelantikan Kades Bumidaya. Termasuk mengevaluasi pihak-pihak yang bertanggungjawab atas pelantikan itu. “Sebab, masyarakat ini sudah gerah. Kami harap secepatnya bisa dilakukan. Kok bisa-bisanya terjadi pembatalan sementara gladi bersih pelantikan sudah digelar,” ungkap dia. Masyarakat Palas, sangat menyesalkan kejadian itu. “Kami mau pak dewan dapat menindaklanjuti keluhan kami ini,” ungkap dia. (edw)

Sumber: