5.127 Keluarga di Palas Berisiko Stunting

PALAS – Potensi kasus stunting nampaknya belum menjauh dari Kecamatan Palas. Bahkan jika melihat hasil sensus keluarga pada tahun 2021 bisa saja kasus stunting ini akan kembali meningkat di tahun depan. Potensi ini dapat dilihat dari hasil verifikasi dan validasi keluarga berisiko stunting di tingkat desa wilayah Palas. Dimana dari 18.123 keluarga masih ada sekitar 28 persen masuk dalam keluarga berisiko stunting. Kepala Koordinator Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kecamatan Palas, Sukaryadi mengatakan, dari 18.123 keluarga masih ada 5.127 keluarga yang masih beresiko stunting.
“Dari hasi verifikasi dan validasi ini telah terhitung sebnyak 5.127 keluarga berisiko stunting yang tersebar di 21 desa di Kecamatan Palas ini,” kata Sukaryadi memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Rabu (22/6) kemarin.Sukaryadi mengungkapkan, data ini diperoleh dari hasil sensus keluarga yang dilaksanakan pada tahun 2021 lalu dengan beragam indikator. Beberapa indikator yaitu belum memiliki fasilitas lingkungan yang sehat. Kemudian disumbang dengan faktor usia pernikahan, kehamilan, jumlah dan jarak anak.
“Tahun 2021 ada 10.840 keluarga yang menjadi sasaram pendataan. Ada beberapa indikator yang menjadikan keluarga berisiko stunting yaitu tidak memiliki sumber air minum dan jamban yang sehat. Kemudian umur istri muda dan terlalu tua saat kehamilan serta jarak anak yang terlalu dekat dan terlalu banyak,” ungkapnya.Saat ini, sambung Sukaryadi, Unsur Pimpinan Kecamatan (USPIKA) Palas juga telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) disetiap desa demi mencegah kasus stunting di wilayah Palas.
“Data keluarga stunting ini sudah valid bye name bye addres. Nanti tim TPPS akan turun kembali mendata dari hasil data ini akan muncul solusi supaya resiko stunting ini bisa dicegah atau dihilangkan,” pungkasnya. (vid)
Sumber: