SiBangKodir, Aplikasi Pendataan-Pengecekan dan Pengentasan Permasalahan Kemiskinan
Contoh verifikasi penerima bantuan APBD yang dicek melalui aplikasi SiBangKodir.--(Instagram Bappeda Lampung Selatan)
RADARLAMSEL.DISWAY.ID, LAMPUNG SELATAN - Tidak bisa dipungkiri lagi jika keterbatasan informasi jadi kendala masyarakat. Terutama bagi mereka yang berada di kategori menengah ke bawah. Informasi jadi alat yang vital untuk mengetahui apapun, termasuk soal bantuan.
Pencarian informasi itu berusaha dipermudah melalui aplikasi SiBangKodir. Perangkat lunak ciptaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Selatan yang berkolaborasi dengan Universitas Bandar Lampung (Unila) diharapkan bisa memberikan jawaban.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh radarlamsel dari Bappeda Kabupaten Lampung Selatan, SiBangKodir merupakan aplikasi yang berfungsi sebagai database penerima bantuan, wadah permintaan, balasan dan pemutakhiran data P3KE (Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem).
Kehadiran SiBangKodir juga bisa dijadikan sarana oleh publik untuk mengecek bantuan secara langsung dan mandiri oleh masyarakat. Dengan adanya inovasi ini, pemanfaatan data P3KE diharapkan menjadi lebih efektif, efisien dan terkoordinir dengan baik.
Pemanfaatan Data P3KE yang lebih terkoordinir dan terarah akan menghasilkan program penanggulangan kemiskinan yang tepat sasaran, tepat waktu dan tepat mutu. Tentu hal itu akan memberi dampak terhadap penurunan angka kemiskinan yang lebih signifikan di Kabupaten Lampung Selatan.
Manfaat aplikasi SiBangKodir sudah dirasakan oleh masyarakat. Berdasarkan data, ada 145 siswa SMP dari data P3KE telah mendapatkan bantuan beasiswa. Kemudian 2.648 keluarga penerima manfaat (KPM) dari data P3KE, telah menerima Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT DD).
Bukan cuma itu saja, sebanyak 462 masyarakat berpenghasilan rendah dari data P3KE telah menerima bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ditambah 60 orang disabilitas mendapat bantuan kursi roda. SiBangKodir juga menyasar masyarakat yang berkutat di dunia pertanian.
Sumber: