Pengelolaan Wisata Harus Perhatikan Dampak Negatif Positif
MARGA PUNDUH - Suatu tempat wisata tentu memiliki dampak-dampak yang positif maupun negatif karena adanya pengembangan pariwisata dan kunjungan wisatawan yang meningkat terhadap lingkungan sekitarnya. Kepala Desa Pahawang, Ahmad Salim mengatakan, pengelolaan suatu obyek wisata harus memikirkan dampak positif dan negatifnya, pasalnya yang akan merasakan dampak positif dan negatif adalah masyarakat sekitar dan lingkungan. “Pengelolaan pariwisata yang kurang baik dapat memberikan dampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Terlebih, jika pengelolaan obyek wisata dilakukan oleh perorangan tanpa menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti pemerintah desa sebagai lembaga pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” papar Salim, kemarin. Menurutnya, masyarakat dalam lingkungan suatu obyek wisata sangatlah penting dalam kehidupan suatu obyek wisata karena mereka memiliki kultur yang dapat menjadi daya tarik wisata, dukungan masyarakat terhadap tempat wisata berupa sarana kebutuhan pokok untuk tempat obyek wisata, tenaga kerja yang memadai dimana pihak pengelola obyek wisata memerlukannya untuk menunjang keberlangsungan hidup obyek wisata dan memuaskan masyarakat yang memerlukan pekerjaan dimana membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. “Pengembangan suatu obyek wisata yang dilakukan dengan baik tentu saja akan menghasilkan pendapatan ekonomi yang baik juga untuk masyarakat setempat. Suatu tempat wisata yang direncanakan dengan baik, tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi yang memperbaiki taraf , kualitas dan pola hidup masyarakat setempat, tapi juga peningkatan dan pemeliharaan lingkungan yang lebih baik,” ujarnya. Salim menambahkan, pariwisata dapat memberikan keuntungan bagi wisatawan maupun maupun masyarakat setempat dan dapat menaikkan taraf hidup melalui keuntungan secara ekonomi yang dibawa ke kawasan tersebut. Bila dilakukan dengan benar dan tepat, maka pariwisata dapat memaksimalkan keuntungan dan dapat meminimalkan permasalahan. “Kami berharap, para pengelola obyek wisata dapat menjaln koordinasi dengan instansi terkait dan aparatur pemerintah, sehingga dalam pengelolaan obyek wisata dapat menimbulkan dampak yang positif,” tuturnya. Dikatakan Salim, masyarakat setempat juga mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya pengembangan obyek wisata, karena penduduk setempat mau tidak mau terlibat langsung dalam aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan kepariwisataan di daerah tersebut, misalnya bertindak sebagai tuan rumah yang ramah, penyelanggara atraksi wisata dan budaya khusus (tarian adat, upacara-upacara agama, ritual, dan lain-lain), produsen cindera mata yang memiliki ke khasan dari obyek wisata setempat serta turut menjaga keamanan lingkungan sekitar sehingga membuat wisatawan yakin, tenang, aman selama mereka berada di obyek wisata tersebut. “Akan tetapi, apabila suatu obyek wisata tidak dikembangkan atau ditangani dengan baik atau tidak direncanakan dengan matang, dapat menyebabkan kerusakan baik secara lingkungan maupun dampak-dampak negatif terhadap ekonomi maupun sosial,” katanya. Lebih lanjut Salim menyampaikan, suatu tempat wisata apabila tidak direncanakan dengan baik maka akan menyebabkan kerusakan lingkungan dan kelestarian alam, sehingga bisa saja dapat menimbulkan ketidaksukaan penduduk sekitar terhadap wisatawan maupun obyek wisata tersebut dimana pada akhirnya menimbulkan kerugian bagi pengelola tempat wisata tersebut. “Sehingga perlu adanya penanganan dan pengelolaan yang baik terhadap obyek wisata dan lingkungan, dimana bila ditangani dengan baik maka akan terjadi peningkatan lingkungan ke arah yang lebih baik tetapi apabila tidak ditangani dengan baik dapat merusak lingkungan,” tandasnya. (esn)
Sumber: