Gemilang di Olahraga, Redup di Dunia Kerja

KEBERHASILAN di dalam dunia olahraga ternyata tidak menjadi jaminan bagi Mita Laksmi Edwina untuk mudah memperoleh sebuah pekerjaan. Buktinya, muli peraih medali emas pada kejuaraan karate tingkat nasional SBY Cup Tahun 2014 ini masih pontang-panting mencari pekerjaan. Ya, gadis asal Desa Merak Belantung yang baru menyelesaikan study nya dan meraih gelar sarjana jurusan FKIP Penjaskes Universitas Lampung (UNILA) ini untuk sementara waktu memilih bekerja di perusahaan swasta di daerah Lampung Tengah. “Daripada saya menganggur dan tidak ada kesibukan, terpaksa saya ambil pekerjaan ini. Tetapi, sekarang sudah mulai nggak betah ingin cari yang lain sesuai dengan jurusan saya,” ungkap Mita saat dikonfirmasi Radar Lamsel melalui sambungan telepon, kemarin. Mita merupakan salah satu atlet karate berprestasi asal Kabupaten Khagom Mufakat ini. Dirinya mengaku, mulai menggeluti olahraga karate sejak duduk di bangku SMP. Dengan latihan keras, akhirnya dia berani mengikuti kejuaraan pada tahun 2011 saat duduk di bangku SMA. Namun, kala itu dia belum beruntung dan harus menelan pil pahit berupa kekalahan tanpa membawa pulang medali. Hal itu, ternyata tidak membuatnya patah semangat. Bahkan, setelah pengalaman itu beberapa kejuaraan yang diikuti membuahkan hasil. Buktinya, Mita mampu meraih prestasi perdananya pada kejuaraan karate Bupati CUP Lamsel 2012 meskipun hanya memperoleh medali perunggu. Lalu, di tahun 2013 Mita kembali menunjukan kemampuannya dengan memboyong medali emas pada kejuaraan karate Piala Walikota Metro. Dan, prestasi tertingginya adalah menjadi yang terbaik di kelasnya pada ajang nasional Piala SBY Cup 2014 dengan membawa pulang medali emas. “Pengalaman dan prestasi ini akan selalu menjadi kenangan terindah dalam hidup saya. Karena, prestasi saya di bidang olahraga ini menopang saya dalam menyelesaikan kuliah di UNILA. Karena, jurusan yang saya ambil memang penjaskes,” imbuhnya. Berbekal dari ilmu di bangku kuliah, ternyata Mita diam-diam mulai menggemari jenis olahraga yang masih tergolong awam bagi masyarakat di Indonesia. Yakni olahraga Petanque. Namun, jenis olahraga ini mulai diperkenalkan di Indonesia khususnya di perguruan tinggi jurusan penjaskes. Dia menjelaskan, petanque sebenarnya termasuk olahraga yang telah mendunia, khususnya bagi negara-negara yang pernah dijajah oleh Negara Prancis. Bahkan, pada pesta olahraga Sea Games Pétanque sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. “Olahraga ini adalah suatu bentuk permainan yang tujuannya melempar bola besi sedekat mungkin dengan bola kayu yang disebut cochonnet dan kaki harus berada di lingkaran kecil. Permainan ini biasa dimainkan di tanah keras tapi juga dapat dimainkan di rerumputan, pasir atau permukaan tanah lain,” terangnya. Dari hobi olahraga tersebut, ternyata Mita juga pernah menorehkan prestasi yang sangat gemilang. Yakni, dia berhasil memperoleh juara 1 pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) di Aceh pada Tahun 2015. Bahkan, tahun lalu pada ajang PON di Jawa Barat dia berhasil memperoleh juara 2 pada cabor tersebut. “Mungkin kedepan saya akan fokus pada olahraga baru ini. Karena, di Lampung belum berkembang cabor ini sampai ke daerah. Mudah-mudahan kedepannya bisa ada kepengurusannya dan di kembangkan mulai dari tingkat sekolah menengah di semua daerah,” pungkasnya. (idh) Nama : Mita Laksmi Edwina Nama Panggilan : Mita Alamat : Desa Merak Belantung, Kalianda Tempat Tanggal Lahir : Kalianda, 30 Januari 1995 Hobby : Olahraga Cita cita : Menjadi Orang Sukses
Sumber: