2.300 hektar Sawah Masih Terendam Banjir

2.300 hektar Sawah Masih Terendam Banjir

KALIANDA – Tanaman padi yang dipastikan rusak atau gagal panen (puso’red) di Kabupaten Lampung Selatan terus bertambah. Jika sebelumnya 357 hektare, saat ini betambah menjadi 376 hektare, setelah 19 hektar di wilayah Kecamatan Ketapang mengalami puso. Data tersebut berdasarkan hasil inventarisasi petugas lapangan yang dihimpun Dinas Tanaman Pangan Hortikultura  dan Perkebunan (DTPHP) Lamsel, kemarin. Bahkan, 2.300 hektare lebih lahan pertanian juga masih terendam banjir akibat hujan lebat yang terus terjadi. Plt. Kepala DTPHP Lamsel Puadi tidak menampik banjir susulan bakal terus menghantui para petani di Kabupaten Khagom Mufakat ini. Sebab, musim penghujan masih terus terjadi disetiap wilayah. “Seperti yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu, normalisasi aliran sungai Way Katibung dan Way Pisang harus dilakukan segera. Kalau tidak, banjir akan terus melanda lahan pertanian warga hampir disetiap kecamatan,” ungkap Puadi kepada Radar Lamsel, kemarin. Selain lahan pertanian di wilayah Kecamatan Sidomulyo, Candipuro, Katibung, Palas dan Sragi, Kecamatan Ketapang dan Tanjungsari juga tak luput dari musibah tersebut. Bahkan, luas tanaman padi yang puso bertambah dari wilayah Kecamatan Ketapang. “Banjir di Ketapang ini meliputi areal persawahan di Desa Bangun Rejo, Tamansari, Lebung Nala, Sumbernadi dan Ruguk yang luasnya mencapai 132 hektare. Sementara di Tanjungsari hanya seluas 10 hektare di areal persawahan Desa Bangun Sari yang terendam banjir untuk saat ini,” bebernya. Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini petugas baik dari kecamatan dan kabupaten turun ke lapangan untuk melakukan pendataan areal persawahan yang terendam banjir. Pihaknya juga tidak memungkiri jika tanaman padi yang puso bakal terus bertambah. “Kami turun kelapangan selain mendata juga akan mencari langkah agar kedepan banjir bisa diminimalisir. Karena, jika tidak maka padi yang puso bisa terus bertambah banyak. Apalagi, saat ini musim penghujan sepertinya masih terus melanda sebagian besar wilayah Lamsel,” pungkasnya. Sebelumnya, musim tanam rendengan (penghujan\'red) tahun ini memang menjadi momok para petani di Kabupaten Lampung Selatan. Belum usai masalah banjir pada lahan pertanian yang menyebabkan 357 padi gagal panen (puso\'red), hujan deras kembali terjadi dan dipastikan mengalami banjir susulan. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura  dan Perkebunan (DTPHP) Lamsel Mugiyono, S.P., kepada Radar Lamsel, kemarin. Meski belum memberikan data secara kongkret, dia menyebutkan jika lahan pertanian di Kecamatan Palas dan Sragi kembali direndam banjir. (idh)

Sumber: