RADARLAMSEL.DISWAY.ID, LAMPUNG SELATAN - Nuansa merah menghiasi Gor Way Handak (GWH) Kalianda saat agenda musyawarah anak cabang (musancab) PDI Perjuangan Lampung Selatan, Minggu, 1 Februari 2026. Warna yang identik dengan keberanian itu menjadi simbol dari PDI sebagai partai pembela wong cilik.
Agenda musancab tidak hanya dihadiri ratusan pengurus, kader, hingga petinggi PDI Perjuangan saja. Ketua dari peatai politik lain juga hadir sebagai bentuk kemitraan. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dan Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar juga ada di sana.
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan, Lesty Putri Utami. Kemudian ada Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Winarti, dan Anggota Komisi V DPR RI, Mukhlis Basri. Sebelum memasuki GWH, para tamu disuguhkan seni pencak silat tradisional.
Acara musancab dilaksanakan dengan begitu spektakuler dan kental dengan nilai historis. Para hadirin disuguhi cuplikan video Bung Karno, Presiden Republik Indonesia pertama. Mengingatkan semua pihak akan pentingnya peran Putra Sang Fajar dari sebelum, hingga di awal kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan, Lesty Putri Utami, mengatakan bahwa musancab bukan hanya sekedar agenda, tujuan utamanya adalah membentuk akar demokrasi partai. Sekaligus menentukan arah politik PDI Perjuangan Lampung Selatan selanjutnya.
"Kita sudah mulai proses penjaringan, evaluasi kinerja, dan kerja-kerja kita yang kurang nyata di mata masyarakat," katanya.
Lesty menegaskan bahwa musancab tahun 2026 menjadi momentum para kader PDI Perjuangan untuk bergerak, dan terjun ke tengah-tengah masyarakat. Lesty juga menyinggung kerja kerakyatan pengurus dan kader partai yang harus nyata supaya dirasakan oleh masyarakat di 256 desa.
"Hasilnya harus kita torehkan. Kira-kira apa yang bisa kita bantu, yang real. Tugas saya membesarkan PDI Perjuangan Lampung Selatan, gotong royong, kebersamaan, dan solid," katanya.