Desa Branti Raya Usulkan Perbaikan Jalan Penghubung Antar Desa Dalam Musrenbang 2026

Desa Branti Raya Usulkan Perbaikan Jalan Penghubung Antar Desa Dalam Musrenbang 2026

Desa Branti Raya Usulak Perbaikan Jalan Penghubung Antar Desa Dalam Musrenbang 2026.Febi --

NATAR.RADARLAMSEL.DISWAY.ID Pemerintah Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2026, Selasa 28 Oktober 2025.

Hadir dalam kegiatan, camat Natar, Sekretaris Camat, Kasi Ekonomi Pembangunan, Seluruh Unit Pelaksana Teknis di kecamatan Natar, tokoh masyarakat.

Dikesempatan itu, Kepala Desa Brantiraya, Ahmad Rijal, mengatakan Musrenbangdes bertujuan untuk menyepakati daftar usulan prioritas pembangunan yang akan dimasukkan ke dalam RKPDes dan diajukan melalui sistem E-Planning ke Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Tahun 2025 ini, anggaran memang sudah banyak terserap dan sebagian besar sudah direalisasikan, karena wilayah Desa Branti Raya cukup luas, pihaknya hanya bisa merealisasikan program-program yang benar-benar prioritas.

Kades Branti mengajak masyarakat serta perwakilan dari KUPT yang hadir untuk memberikan masukan dan saran demi kemajuan desa yang dia pimpin.

“harapan kami masyarakat dan KUPT dapat memberikan saran serta masukan agar ke depan Desa Branti Raya bisa menjadi lebih baik lagi.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Desa Brantiraya mengusulkan sejumlah program prioritas pembangunan, di antaranya:

Peningkatan Jalan Srimulyani dari Dusun Srirejo menuju Desa Waysari sepanjang 2.700 meter, dengan kondisi jalan saat ini rusak dan berlubang.

Peningkatan Jalan Kusnadi Srirejo menuju Jalan Ki Maja sepanjang 3.000 meter.

Sementara dalam sambutannya, Camat Natar, Eko Irawan, S.STP., M.M., yang mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Brantiraya dalam menyusun RKPDes 2026 secara partisipatif.

“Kami berharap program pembangunan desa dapat selaras dengan prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,” kata Camat Eko.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penerapan program Poskamling, PAUD Holistik Integratif (PAUD HI), serta pengembangan Agro Edu Wisata di tingkat desa.

Menurutnya, masyarakat juga dapat memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah melalui konsep K3 (Kandang, Kolam, dan Kebun) untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus berkontribusi pada program penurunan stunting.

Dalam kesempatan itu, Camat Eko juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, baik di sekitar rumah, tempat umum, maupun aliran sungai.

Sumber:

Berita Terkait