Perataan Lahan Pangkas Biaya Perawatan

Perataan Lahan Pangkas Biaya Perawatan

CANDIPURO – Pangkas biaya oprasional  perawatan dan olah lahan pertanian, petani padi wilayah Candipuro yang memiliki lahan boloran, umumnya berupa lahan berukuran kotakan kecil dan kontur lahan pertanian tidak rata, melakukan perataan tanah lahan pertanian. Dengan melakukan perataan lahan pertanian, selain dinilai bisa memangkas biaya oprasional, diyakini mampu meningkatkan hasil produksi, karena lahan pertanian menjadi lebih luas dari sebelumnya. Sumardi (50) warga Desa Waygelam mengatakan, musim kemarau merupakan waktu yang tepat melakukan perataan tanah. Karena, kontur permukaan dasar tanah kering dan mudah untuk mesin eksavator beroprasional. “ Perataan lahan pertanian bisa dimungkin saat musim kemarau. Karena, selain memudahkan mesin eksavator melakukan manuver diareal lahan pertanian, juga mampu mempercepat pengerjaan,” kata Sumardi, Selasa (22/10). Ia menjelaskan, umumnya lahan pertanian jenis boloron memiliki kotakan kecil dan kontur lahan tidak rata. Hal itu sangat berpengaruh pada hasil produksi yang kurang maksimal. Kemudian, dalam segi waktu dan perawatan dinilai kurang efektif. “ Dengan dilakukan perataan lahan ini, selain mampu meningkatkan hasil produksi karena lahan pertanian bertambah luas dari sebelumnya. Juga mampu memangkas biaya oprasional olah lahan dan perawatan, karena lahan yang rata memudahkan petani dalam melakukan perawatan,” kata Sumardi. Senada, Muhadi (45) petani warga Desa Sidoasri pun mengatakan hal yang sama. Sebelumnya, dari satu hektar lahan pertanian padi miliknya bila kondisi tanaman normal pada musim gadu, maksimal hanya mampu menghasilkan 5 ton gabah kering panen (gkp), akibat tidak rata dan kecilnya lahan pertanian miliknya. “ Setelah lahan pertanian saya ratakan menggunakan jasa eksavator, musim gadu tahun ini, bersukur tanaman padi saya normal dan hasil panen mencapai 6 ton gkp,” kata Muhadi. Meningkatnya hasil produksi padi kata Muhadi, bukan hanya dialami oleh dirinya saja, namun dialami juga oleh petani yang terlebih dahulu sudah melakukan perataan lahan pertanian sebelum dirinya. “ Meningkatnya hasil produksi padi pada musim gadu tahun ini, juga dialami oleh petani lainnya, yang terlebih dahulu melakukan pertatan lahan pertanian,” kata Muhadi.(CW2)

Sumber: