2020 Kantor Desa Wajib Miliki Jaringan Internet

SRAGI – Teknologi informasi semakin memberikan peran dalam kemajuan pembangunan desa. Untuk itu pada 2020 mendatang setiap desa di Kecamatan Sragi diwajibkan memiliki jaringan internet. Pentingnya keberadaan jaringan internet di kantor desa ini untuk menunjang pengimputan langsung pengajuan pembangunan desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah berdasarkan hasil Murenbangdes. Hal itu diungkapkan oleh Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Sragi, Suhadi pada saat menggelar Musrenbangdes di Desa Margasari, Kamis (24/10). Suhadi mengatakan, keberdaan jaringan internet ini di kantor desa ini untuk mendukung pengimputan langusung pengajuan pembangunan desa yang bersumber dari APBD kedalam aplikasi E-planing yang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPEDA) Lampung Selatan. “Internet desa ini memiliki peranan untuk menyusun pengajuan pembangunan ke kabupaten secara langsung pada saat Musrenbangdes,” ujar Suhadi kepada Radar Lamsel. Suhadi menerangkan, penerapan pengajuan langsung berbasis aplikasi ini mulai diterapkan oleh BAPEDA Lampung Selatan pada 2020 mendatang. Untuk itu penyusunan setiap desa pada tahun 2020 mentang setiap kantor desa wajib memiliki jaringan internet. “Apliksinya saat ini memang sudah ada, tapi belum divalidkan oleh BAPEDA. Namun untuk tahun depan sudah mulai diterapkan, untuk itu pendamping desa mewajibkan setiap kantor desa memiliki jaringan internet di tahun 2020,” paparnya. Hal ini juga diamini oleh Pendamping Desa Teknik Infrasturktur (PDTI) Kecamatan Sragi, Dede. Menurut keberadaan jaringan internet ini tidak hanya mendukung pengimpuntan usulan pembangunan. Namun juga untuk menghidupkan website desa yang selama ini tidak berjalan akibat keterbatasan jaringan internet. “Setiap desa memang diwajibkan memiliki internet yang dianggarkan dari DD. Karena selain untuk mendukung penginputan langsung, juga memudahkan desa untuk memasukan program pembangunan desa yang sudah berjalan kedala wibsite desa. Sehingga semua pembangunan desa mudah untuk dipantau,” tutur Dede. (vid)
Sumber: