Delapan Pendaki Tersesat

Tiga Pendaki Kerasukan saat Ditemukan
Kalianda – Minimnya petunjuk arah,menyebabkan delapan pendaki asal Bandar Lampung tersesat di jalur pendakian Gunung Rajabasa, saat ditemukan relawan tiga pendaki tengah kerasukan, Minggu (30/8) tengah malam. Hal serupa juga pernah terjadi sekitar dua bulan lalu, pedaki juga tersesat di jalur pendakian, dan ditemukan warga di wilayah pesisir Lampung Selatan . Kejadian ini menjadi peringatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Desa Sumur Kumbang selaku pengelola wisata pendakian Gunung Rajabasa. Kasus yang terjadi pada Minggu malam itu juga membuat komunitas pencinta alam semakin geram. Sebab, ketika peristiwa naas itu terjadi KUPS Desa Sumur Kumbang tidak mau bertanggung jawab melalukan pencarian dan evakuasi lantaran delapan pendaki tersebut tidak melewati jalur registrasi. Reno (25) ketua regu pendakian itu meceritakan, peristiwa naas itu bermula ketika timnya melakukan perjalan pulang. Mereka mulai melakukan perjalanan dari pos satu menuju Desa Belerang selepas adzan magrib. Namun ketika di tengah perjalalan, tepatnya di bekas kampung lama, Sejelu delapan pendaki itu kehilangan arah, hingga tidak bisa menemukan arah pulang. “Kami mentok di keramat Sejelu, Bang. karena terlalu banyak simpangan, takut tersesat tambah jauh. Dan terpaksa kami memutar arah kembali ke pos satu supaya ada yang jemput disana,” kata Yan memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, setelah ia dan timnya di evakuasi warga. Naasnya ketika ingin kembali ke pos satu delapan pendaki itu kembali tidak menemukan jalan. Mereka tersesat sekita 2 kilo meter dari pos satu yang mereka tuju. “Kami berhenti bibawah kebun damar, sekitar pukul sembilan malam. Saya langsung menghungungi rekan komunitas pendaki di Bandar Lampung untuk meminta jempuntan, karena keadaan saat itu tiga pendaki sudah ngelantur, seperti kesurupan ngomongnya,” ujarnya. Sementara itu Rohiman (35) salah satu pemuda Desa Belerang yang melakukan evakuasi mengatakan, ia mendapat kabar delapan orang pendaki tersesat sekitar jam 10 malam. Kabar tersebut ia dapat dari tim sar komintas Artala Bandar Lampung . “Setelah dapat kabar dari bahwa ada pendaki yang tersesat. Saya langsung menuju pos registrasi Teropong Kota Kalianda, Desa Sumur Kumbang untuk minta bantuan. Tapi KUPS tidak mau tanggung jawab karena pendaki yang tersesat ini tidak bayar registrasi,” jelasnya. Delapan pendaki tersebut, ditemukan berada diperbukitan Sejelu dengan jarak sekitar dua kilo meter dari pos satu. “Pencairan kami lakukan sekitar satu jam setengah, dibantu empat pendaki lain. Delapan pendaki ini kami temukan di kebun damar sekitar perbukitan Sejelu jam setengah dua belas,” ungkapnya. Fadli (30) salah satu pendaki Artala yang turut melakukan evakuasi juga sangat menyayangkan sikap KUPS yang enggan melakukan evakuasi delapan rekannya. KUPS juga dianggap lalai lantara tidak memasang petunjuk arah di jalur pendakian Gunung Rajabasa. “Enggak ada sisi kemanusiaanya. Padahal jika terjadi yang tidak diinginkan KUPS juga akan mendapatkan malunya. Karena pendaki dari Bandar Lampung belum banyak yang tahu Gunung Rajabasa sudah ada registrasi pendataannya,” pungkasnya. (vid)Sumber: