Harga Pakan Bikin Lesu Pembudidaya Ikan

Harga Pakan Bikin Lesu Pembudidaya Ikan

PALAS – Sejak awal tahun 2021 harga pakan ikan terus melejit. Hal ini tentu saja menjadi keluhan para pembudidaya ikan air tawar di wilayah Palas. Bagaimana tidak harga pakan yang terus melonjak, dinilai sudah tidak sebanding dengan harga jula ikan yang tetap. Tak jarang mereka harus merugi akibat kenaikan harga pakan tersebut. Sutrisno (48) salah pembudidaya asal Desa Rejomulyo menuturkan, kenaikan harga pakan selalu menjadi keluhan para pembudidaya. Sebab, hampir setiap tahun harga pakan selalu naik, sementara harga jual ikan tetap. “Yang jadi keluhan harga pakan yang naik setiap tahun. Sedangkan harga jual masih tetap, harga hasil ikan kita tidak berubah,” ujar Sutrino memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, saat ditemui di kediamannya, Selasa (30/3). Pada Februari lalu harga pakan masih di Rp 315.000 per sak. Harga tersebut kembali melonjak pada Maret ini menjadi Rp 320.000 per sak. Hal ini tentu saja  membuat para pembudidaya ikan untuk mendapatkan keuntungan. Sutris menjelaskan, dalam sekali tebar 1.000 ikan lele membutuhkan tiga sak pakan dengan nilai Rp 960.000. Sementara untuk modal benih ikan sebesar Rp 200.000. “Untuk beli benih dan pakan hingga panen saja pembudiaya sudah mengeluarkan modal Rp 1.160.000. Saat panen hanya dapat satu kwintal yang dihargai Rp 14.000 per kilogramnya. Artinya petambak cuma dapat Rp 250.000, itu belum  dihiting dengan biaya lain,” ungkapnya. Hal senada juga diutarakan oleh Ketua Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Jaya Sejahtera, Sasongko. Menurutnya harga pakan mulai mengalami kenaikan sejak Januari lalu. Sebelumnya harga pakan masih diangka Rp 307.000 per sak, kini telah melonjak menjadi Rp 320.00 per saknya. “Persak  itu beratnya 30 kilogram. Dari Januari lalu harga terus-terusan naik, sampai sekarang harga sudah diangka Rp 320.000 untuk kualitas pakan pabrikan yang paling baik,” ucapnya. Sasongkon juga tak menampik, jika hanya mengandalkan pakan pabrikan para petambak akan merugi, lantaran harga ikan yang masih tetap. Untuk mensiasti kenaikan pakan tersebut Sasongko mengolah pakan sendiri. “Kalau mengandalkan pakan pabrikan, kita ya rugi Mas. Sekarang saya menggunakan pakan olahan sendiri yang terbuat dari dedak dan tepung ikan walaupun proses pembesarannya lebih lama,” pungkasnya. (vid)  

Sumber: