Pemkab Komitmen Benahi Kekurangan

Pemkab Komitmen Benahi Kekurangan

KALIANDA – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen untuk memperbaiki berbagai kekurangan dalam pelayanan publik di bidang transportasi lalulintas darat. Itu dilakukan demi terciptanya kenyamanan dan keselamatan bersama pengguna transportasi darat yang menjadi tuntutan dalam penilaian Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahun 2016 dari Kementerian Perhubungan (Kemehub) RI. Hal tersebut disampaikan Sekkab Lamsel Ir. Freddy Sukirman, M.M saat pemaparan hasil penilaian WTN oleh tim penilai dari perwakilan Kemenhub RI di Aula Krakatau Kantor Bupati Lamsel, Jum’at (2/9) pekan lalu. Freddy mengatakan, pemerintah siap untuk berkoordinasi dengan lintas sektoral terkait dalam membenahi fasilitas umum yang menunjang transportasi darat. Seperti halnya keberadaan trotoar untuk pengguna pejalan kaki serta keberadaan rambu lalulintas yang kurang tepat lokasinya dan sejenisnya. “Kami akan libatkan lintas sektoral untuk melakukan pembenahan-pembenahan yang lebih baik sesuai dengan arahan Kemenhub RI. Misalnya trotoar kita koordinasi dengan Dinas PU bagaimana yang ramah dengan pejalan kaki, lalu keberadaan pedagang kaki lima aturannya seperti apa juga akan kita benahi,”ungkap Freddy. Selain pemerintah daerah, lanjutnya, lintas sektoral lain dalam hal ini Polres Lamsel juga memiliki peran penting dalam terciptanya kenyamanan dalam berlalulintas. “Termasuk masyarakat juga harus paham tata cara menjadi pengguna jalan yang baik dan benar. Taati semua peraturan lalu lintas yang ada. Sehingga, akan terjadinya tertib lalu lintas sesuai harapan kita bersama,”tutupnya. Sementara itu, Ketua Tim Penilai WTN 2016 Farida Mahmudah, S.S., M.Si., memaparkan hasil penilaiannya setelah turun ke lapangan pada hari sebelumnya. Pihaknya juga memberikan apresiasinya atas beberapa perubahan kearah yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Dia berharap agar pemerintah daerah terus aktif mewujudkan kawasan kota yang tertib lalu lintas. Yang harus dilakukan kedepannya, lanjutnya, adalah komitmen bersama dalam melakukan berbagai pembenahan. Seperti, keberadaan rambu-rambu lalulintas yang letaknya salah hingga keberadaan trotoar yang kurang ramah terhadap pejalan kaki. “Kalau ini terus diperbaiki kami yakin Lamsel bisa memperoleh penghargaan WTN pada tahun ini. Kami harap, pemaparan hasil penilaian ini benar-benar bisa diimplementasikan atau diperbaiki pada tahun-tahun kedepannya,”pungkas Farida. (idh)

Sumber: