Disdik Pastikan Pembayaran Dana Sertifikasi Guru Aman

Disdik Pastikan Pembayaran Dana Sertifikasi Guru Aman

KALIANDA – Dinas Pendidikan (Disidk) Kabupaten Lampung Selatan memastikan, dana tunjangan sertifikasi bagi ribuan guru di Kabupaten Lampung Selatan tetap aman dan bisa dibayarkan hingga triwulan ke IV di tahun 2016 ini. Menurut Kepala Sub Bagian (Kassubag) Keuangan Dinas Pendidikan Lamsel Diyana Desi Hariani, meski sudah beredar-nya surat dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI No.S-579 tertanggal 16 Agustus 2016, tentang penghentian penyaluran dana tunjangan guru dan tambahan penghasilan guru. Hal itu tidak menjadi kendala terhadap pencairan dana sertifiaksi guru untuk di wilayah Kabupaten Lamsel. Pasalnya, anggaran untuk tunjangan guru yang ada saat ini, jumlahnya lebih dari cukup. “Surat edaran dari Kemenkeu RI tersebut tidak berpengaruh terhadap pembayaran dana sertifikasi guru di kabupaten ini (Lamsel, red). Karena, anggaran yang kita (Disdik Lamsel, red) miliki, itu jumlahnya lebih dari cukup,\" ujar Diyana, kemarin. Diungkapkannya, anggaran dana tunjangan bagi guru bersertifikasi dan dana tambahan penghasilan untuk guru di Kabupaten Lampung Selatan tidak mengalami perubahan. Artinya, anggaranya lebih dari cukup untuk membayar di triwulan III dan IV di tahun 2016 ini. \"Oleh karena itu, kami harap para guru tidak perlu resah dan gelisah untuk menunggunya (waktu pencairan, red). Sebab, dananya ada dan cukup untuk membayarkan dana sertifikasi di triwulan III dan IV di tahun ini,” ungkapnya. Diyana menjelaskan, anggaran untuk dana tunjangan sertifikasi dan tambahan penghasilan guru di Lampung Selatan, jumlahnya mencapai Rp90 milyar untuk dibayaran pada triwulan III dan IV kepada 3.600 guru. \"Untuk triwulan III dan IV jumlah dana tunjangan yang akan dibayarakan kepada 3.600 guru mencapai Rp90 milyar. Sementara, anggaran yang dimiliki jumlahnya berkisar antara Rp106 sampai Rp108 milyar. Makannya saya katakan, dana untuk pembayaran tunjangan sertifikasi guru di Kabupaten Lamsel, itu lebih dari cukup,” pungkasnya. (iwn).

Sumber: