Dua Oknum LSM Diciduk Polisi

Diduga Memeras Kades, Polisi Amankan BB Rp 3 Juta
PALAS – Polsek Palas mengamankan dua oknum LSM yang diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa (Kades) Tanjungjaya, Kecamatan Palas Ahmad Yusuf. Penangkapan itu dilakukan setelah Ahmad Yusuf melaporkan dugaan pemerasan yang dilakukan terhadap dirinya pada Sabtu (26/11) lalu. Kedua oknum LSM yang diamankan yaitu M. Yusuf Afrizal (MYA/31) warga Desa Pauh Tanjung Iman, Kecamatan Kalianda dan Ainul Fajri (AF/50) warga Kalianda. Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, polisi sudah membidik keduanya pasca korban yang melaporkan tindakan dugaan pemerasan itu pada Rabu (30/11). Polisi lantas melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap MYA. Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di depan Puskesmas Rawat Inap (PRI) Bumidaya, Kecamatan Palas, Kamis (1/12) sekitar pukul 08.30 WIB itu, polisi mengamankan barang bukti (BB) sebesar Rp 3 Juta dan kendaraan roda empat Avanza warna silver BE 2207 YB. Usai meringkus MYA, polisi melakukan pengembangan kasus. Tak lama dari penangkapan itu, polisi kembali mengamankan AF di parkiran perkantoran Pemkab Lamsel sekitar pukul 10.00 WIB. Penangkapan ini dilakukan empat anggota Satreskrim Polsek Palas yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Palas Aiptu Suyitno. Kapolsek Palas Iptu Budi Purnomo membenarkan penangkapan tersebut. Menurut dia, penangkapan dua oknum LSM itu dilakukan berdasarkan laporan korban ke Polsek Palas pada Rabu (30/12). Budi juga menjelaskan dalam OTT yang dilakukan jajarannya, polisi juga mengamankan BB berupa uang tunai sebesar Rp 3 Juta dan kendaraan Toyota Avanza warna silver BE 2207 YB. Dia lantas menjelaskan kronologis upaya pemerasan yang terjadi pada Kades. Menurut dia, korban didatangi dua pelaku yang menyebutkan proyek jalan yang dibiayai dana desa (DD) tahun 2016 tidak sesuai. Pada Sabtu (26/11) pelaku awalnya diberi uang Rp 2,8 juta. Selanjutnya pada Selasa (29/11) pelaku kembali meminta uang sebesar Rp 9 juta dengan alasan mencabut laporan di Inspektorat Lamsel. Selanjutnya pada Kamis (1/12) kemarin, pelaku kembali meminta uang sebesar Rp 5 juta dengan alasan untuk mencabut berkas di Kejaksaan Negeri Kalianda. “Tetapi korban hanya memberi uang Rp3 juta dan akhirnya tertangkap tangan,” kata Budi Purnomo. Mantan Kapolsek Sragi ini menambahkan, dalam melakukan transaksi pelaku tidak mau turun dari kendaraan dan tepatnya selalu berpindah-pindah. Pertama, lokasinya di Desa Tanjung Jaya. Lalu, Lokasi transaksi kedua di Merak Belantung dan terakhir di depan PRI Bumidaya. Budi juga menyebutkan bahwa para pelaku kerap meresahkan para kepala desa, Kepala Sekolah dan juga Kepala Unit Pelaksana Tehknis (UPT) yang ada di Kecamatan. “Korban bukan cuma satu orang, tetapi tidak mau melapor kepada kami. Untuk tersangka lain, kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Yang jelas, pelaku masih dimintai keterangan oleh penyidik,” pungkasnya. Sementara itu, Kades Tanjungjaya Ahmad Yusuf mengaku memberanikan diri untuk melapor karena sudah tak tahan dengan ulah para oknum. Bahkan, isterinya saat ini tengah dirawat di rumah sakit karena persoalan tersebut. “Isteri saya ikut menjadi korban kekhawatiran karena mereka mengancam dan meminta sejumlah uang. Saya memberanikan diri untuk melapor ke Polsek,” ungkap Yusuf. (gus)Sumber: