Panitia Bantah Tidak Netral

Panitia Bantah Tidak Netral

GEDONGTATAAN - Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Way Layap, Hasan Basri membantah terkait tudingan ketidaknetralan dirinya pada pelaksanaan Pilkades 15 Desember lalu. Dimana panitia Pilkades telah melaksanakan tahapan pilkades sesuai aturan yang berlaku. \"Dasar yang kita laksanakan yakni, Perbup No 48 tahun 2016, tentang penyelengaraan pilkades serentak,\" ungkap Hasan Basri, kepada awak media, dikediamannya, kemarin. Menurutnya, apa yang dituduhkan calon kades no urut 2 Ngadiman, semuanya telah di klarifikasi. Baik mengenai kenetralan panitia Pilkades maupun isu pembagian sembako oleh salah satu calon kades lainnya. \"Semua telah kita selesainya secara musyarawah disaksikan Uspika Gedongtataan pada 8 Desember lalu. Dan pembagian sembako itu murni bantuan program karang taruna Provinsi Lampung. Jadi tidak ada kaitan dengan salah satu calon Kades- pun yang maju di Desa ini,\" jelasnya. Hasan Basri, yang juga selaku Sekdes Waylayap menambahkan, bahwa sesuai Perbup No 48 tahun 2016, tentang penyelengaraan pilkades serentak. Pada  Bab VI pasal 48, ketentuan tambahan menyatakan, dalam hal terdapat perselisihan pada tiap-tiap tahapan, penyelesaian persesilihan diselesaikan pada tahap yang bersangkutan, apabila tahapan yang dimaksud telah di tutup maka tidak dapat diajukan lagi maka tahapan tersebut diangap sah. \"Jadi, kami selaku panitia telah telah melaksanakan tugas kami sesuai aturan itu, dari tahapan awal hingga hari H,\" urainya. Sebelumnya, salah satu calon kades tidak terima atas hasil perhitungan suara pada pilkades Kamis (15/12) lalu \"Ya, kapasitas saya selaku wakil rakyat, dan Way Layap merupakan Dapil saya. Saya mendapat aduan dari nomor urut 2 dan pendukungnya,bahwa ada indikasi ketidaknetralan panitia penyelenggaran pilkades desa Way Layap,\" ungkap Bumairo, di Balai desa setempat, Jumat (16/12). Menurutnya, berdasarkan laporan tersebut, ketidaknetralan panitia pilkades yakni disaat masa tenang. Dimana tim sukses salah satu calon mengarahkan untuk memilih calon tersebut. \"Saya hanya mediasi, supaya nanti dapat dilaksanakan pilkades ulang. Karena calonnomor urut dua pak Ngadiman merasa dirugikan. Nanti Senin (19/12, hari ini red) kita akan adakan pertemuan dengan pihak pemda di Balai Desa Way Layap ini,\" urainya. Sementara, calon Kades Way Layap nomor urut 2, Ngadiman mengatakan, bahwa sejak jauh hari dirinya telah mengingatkan kepada panitia untuk bersikap netral. \"Karena sejak jauh hari, saya tau ada indikasi penyusunan strategi dalam pelaksanaan pilkades di desa ini. Saya sudah sampaikan, jangan sampai setelah pilkades usai agar tidak ada masalah, dan kuncinya ada di panitia,\" kata Ngadiman, kepada para awak media. Ngadiman memamaparkan, indikasi ketidaknetralan panitia, pada saat pihaknya (Calon nomor urut 2) mengadukan adanya temua pembagian sembako pada masa tenang yakni 7 Desember dari salah satu calon, namun tidak ditanggapi. \"Indikasinya sembako sebanyak 30 orang atas nama program bhakti sosial karang taruna telah dikondisiin tim sukses pemenang pilkades (nomor 3) di dusun Binong. Dan itu dibagikan pada saat masa tenang,\" keluhnya. Terpisah, Ketua Karang Taruna Pesawaran Iwan Rosa membantah hal tersebut. Dimana, sembako sebanyak 100 paket merupakan program rutin dari karang taruna provinsi yang dilaksanakan pada pengukuhan karang taruna provinsi di GSG Pemda. \"Sembako itu tidak ada kaitannya dengan pilkades, program bhakti sosial sudah direncanakan dan dibahas bersama karang taruna kecamatan, kabupaten dan provinsi sejak jauh hari. Dan paket sembako sebanyak 100 paket itu, dibagikan tersebar di 11 kecamatan di Pesawaran, dan penyerahaannya diberikan di GSG pada saat pengukuhan karang taruna provinsi beberapa waktu lalu. Selain itu, sebelumnya persoalan ini sudah diklirkan bersama uspika dan panitia pilkades pada 8 Desember lalu,\" ujar Iwan Rosa. Diketahui, berdasarkan hasil perhitungan suara pada pilkades Way Layap, dari empat calon yakni calon nomor urut 1 atas nama Padil memperoleh suara 153; calon nomor urut 2 Ngadiman memperoleh 720 suara; calon nomor urut 3 Ismed Inanu yakni 829 suara dan calon nomor urut 4 yakni Zainudin memperoleh 226 suara. (Nzr)

Sumber: