Pembangunan Infrastruktur Masih Menjadi Prioritas Desa Ruguk

Pembangunan Infrastruktur Masih Menjadi Prioritas Desa Ruguk

KETAPANG - Pemerintah Desa (Pemdes) Ruguk, Kecamatan Ketapang tahun 2022 ini mengelola anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) sebesar Rp 2.050.331.414. Jumlah itu menurun dari tahun 2021 lalu yang jumlahnya mencapai Rp 2.115.351.428,34. Penurunan itu terjadi pada pendapatan dana desa (DD) tahun ini. Dimana tahun ini Pemdes Ruguk menerima dana desa sebesar Rp1.262.039.000. Jumlah itu menurun dari tahun lalu yakni Rp1.315.069.000. Sumber pendapatan lainnya yakni, alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp773.292.414. Selanjutnya, bagi hasil pajak dan retribusi daerah sebesar Rp15.000.000. Dengan demikian, jumlah pendapatan tranfer sebesar Rp2.050.331.414. Selain mengelola pendapatan transfer, Pemdes Ruguk juga mengelola dana Silpa tahun lalu sebesar Rp18.635.431,01. Untuk menyelenggarakan roda pemerintahan desa yang memiliki 13 dusun dan 30 RT itu, Pemdes Ruguk dibawah pimpinan Kepala Desa Saiful, SE mengelola dana tersebut untuk sejumlah kebutuhan. Seperti bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, bidang pelaksanaan pembangunan desa, bidang pembinaan kemasyarakatan dan bidang penanggulangan bencana, keadaan darurat dan mendesak desa. Di bidang penyelenggaraan pemerintah desa, jumlah dana yang dialokasikan sebesar Rp904.506.845,01. Jumlah itu dipergunakan untuk Siltap para pegawai pemerintah desa dan operasional. Selanjutnya, bidang pelaksanaan pembangunan desa sebesar Rp391.967.400,00, bidang pembinaan kemasyarakatan Rp58.220.000,00, bidang pemberdayaan masyarakat Rp73.307.600,00 dan penanggulangan becana Rp640.965.000,00. Kepala Desa Ruguk Saiful, SE mengatakan, tahun ini pihaknya melaksanakan pembangunan jalan usaha tani di Dusun Taman Harum sepanjang 380 meter dengan lebar 2 meter dan ketebalan 10 centimeter. Selain jalan, program yang masuk dalam ketahanan pangan ini juga membangun talud sepanjang 115 meter di Dusun Kramat Baru.

“Untuk pembangunan fisik bidang ketahanan pangan kami gunakan untuk membangun jalan usaha tani di Dusun Taman Harum dan membangun talud di Dusun Kramat Baru. Sedangkan program ketahanan pangan lainnya, kami melakukan pengadaan hewan ternak sapi sebanyak tiga ekor yang kami sebar di Dusun Umbul Mantri,” kata Saiful didampingi aparatur desanya.
Lebih lanjut suami dari Mardiana ini mengungkapkan, pembangunan lainnya yang dilaksanakan tahun ini adalah pembangunan jalan cor beton di Dusun Umbul Mantri sepanjang 40 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 15 centimeter. “Pembangunan jalan ini menggunakan anggaran ADD tahun ini. Ini merupakan pembangunan jalan lanjutan tahun sebelumnya,” kata Saiful. Pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi prioritas pemerintah Desa Ruguk. Ini tergambar dari hasil musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes) tahun 2023 yang sudah dilaksanakan belum lama ini. Beberapa usulan pembangunan jalan diantaranya, pembangunan jalan cor beton di Dusun Sumberjaya. Dilokasi ini juga rencananya dibangun talud. Selanjutnya, pembangunan jalan cor beton di Dusun Pepandu dan pembangunan jalan cor beton di Dusun Ruguk Induk.
“Desa Ruguk ini sangat luas. Memiliki 13 dusun dan 30 RT. Jadi kebutuhan akan pembangunan jalan masih cukup banyak. Kami akan upayakan pembangunan jalan dengan maksimal agar tercipta pemerataan pembangunan di desa kami,” terang Saiful. “Pembangunan jalan tetap menjadi prioritas kami. Sebab, masih banyak jalan-jalan lingkungan dalam desa yang butuh di bangun untuk mempelancar mobilitas warga sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Ruguk,”ujarnya.
Kepala Desa Ruguk dua periode ini mengatakan, pelaksanaan program kerja Pemdes Ruguk tahun 2023 bersinergi dengan program pemerintah pusat dan daerah. Yakni, memprioritaskan penanganan stunting yang sedang gencar dilaksanakan pemerintah pusat dan daerah. “Pada program ini, kami bekerjasama dengan petugas kesehatan untuk pengadaan alat ukur dan pemberian makanan tambahan bagi penderita resiko stunting,” imbuhnya. Menjabat Kades Ruguk hingga 2024 mendatang, suami Mardiana ini terus menggenjot pembangunan desa yang tersebar di 13 dusun dan 30 RT ini. Harapannya, Syaiful ingin mewujudkan pemerataan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Desa Ruguk melalui kucuran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) serta sumber dana lainnya.
“Dengan kata lain, pengelolaan APBDes secara transparan demi kesejahteraan masyarakat,”paparnya.
Ditengah-tengah gempuran bencana virus Corona hingga tahun 2022, Pemdes Ruguk masih tetap mengalokasikan anggaran dana desa untuk program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa. Dua program tersebut mendapat anggaran APBDes sebesar Rp58.220.000,00 untuk bidang pembinaan dan Rp73.307.600,00 untuk bidang pemberdayaan masyarakat. Program rutin yang dilaksanakan setiap tahun yakni, memberikan pelatihan kepada tim penggerak PKK desa, memberikan isentif dan santunan anak yatim.
“Program pembinaan dan pemberdayaan tetap berjalan walaupun tidak banyak yang direalisasikan. Program pemberdayaan yang dilaksanakan seperti pengadaan TOGA yang di kelola oleh tim penggerak PKK. Program lainnya seperti pembinaan kepemudaan dengan pengadaan sarana olahraga,” tuturnya.
Sementara itu, program penanggulangan bencana, darurat dan mendesak, Pemdes Ruguk mengalokasikan anggaran APBDes sebesar Rp640.965.000,00. Dana penanggulangan bencana itu bersumber dari dana desa yang diterima pemdes setempat. Dana setengah milyar lebih itu di peruntukkan bagi warga masyarakat yang terdampak bencana Covid-19 berupa pemberian bantuan langsung tunai (BLT) dan pembelian obat-obatan serta operasional penanggulangan bencana. Di Desa Ruguk, jumlah penerima BLT sebanyak 150 KPM. Masing-masing KPM menerima bantuan Rp 300 ribu perbulan selama 12 bulan. “Pemberian BLT dan program ketahanan pangan merupakan program pemulihan perekonomian masyarakat pasca bencana Covid-19. Warga yang tidak tercover bantuan BLT, pemerintah memberikan bantuan berupa PKH dan BPNT. Untuk di Desa Ruguk jumlah penerima PKH, BPNT dan subsidi BBM tahun ini sekitar 992 KPM,” tutur saiful didampingi Sekretaris desa dan stafnya.
“Untuk penanggulangan bencana Covid-19, pemerintah desa juga melakukan pengadaan obat-obatan desinvektan, melakukan penyemprotan, memberikan vaksin kepada warga dan memberikan masker,”pungkasnya. (man)

Sumber: